TAMENG, Inovasi Puskesmas Segala Mider Hadirkan Sistem Prediksi Risiko Imunisasi Anak

Intisarinews.co.id – Komitmen menghadirkan generasi sehat terus diwujudkan UPT Puskesmas Segala Mider melalui inovasi TAMENG (Tanggap Imunisasi Menuju Generasi Sehat),inovasi pelayanan publik ini menjadi terobosan baru dalam meningkatkan cakupan imunisasi dengan mengubah pola pelayanan dari yang semula bersifat pasif menjadi pelayanan aktif berbasis prediksi risiko, sehingga setiap anak memperoleh imunisasi secara lengkap dan tepat waktu.

Pelaksana Tugas Kepala UPT Puskesmas Segala Mider, dr. Dyah Surya Agustine Sesunan, menjelaskan bahwa masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program imunisasi, mulai dari orang tua yang lupa jadwal imunisasi, mobilitas penduduk yang tinggi, kesibukan bekerja, hingga rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya imunisasi,kondisi tersebut berpotensi menyebabkan anak terlambat bahkan gagal memperoleh imunisasi sesuai jadwal.

 

Melalui inovasi TAMENG, Puskesmas Segala Mider mengembangkan pendekatan baru berupa Early Immunization Risk Intelligence (EIRI), yaitu sistem yang mampu mengidentifikasi lebih awal anak-anak yang berisiko tidak mendapatkan imunisasi. Setiap sasaran dinilai menggunakan Skor Risiko Imunisasi (SRI) berdasarkan berbagai indikator, seperti riwayat keterlambatan imunisasi, mobilitas keluarga, pekerjaan orang tua, jarak tempat tinggal, hingga kepatuhan kunjungan sebelumnya,hasil penilaian tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi yang paling sesuai bagi setiap anak.

 

Salah satu keunggulan utama inovasi ini adalah hadirnya mekanisme Gerak 72 Jam TAMENG, yaitu sistem respons cepat yang memastikan setiap anak yang tidak hadir pada jadwal imunisasi segera ditindaklanjuti maksimal dalam waktu 72 jam,tindak lanjut dilakukan melalui pengingat jadwal, koordinasi bersama kader Posyandu, kunjungan rumah (home visit), hingga pelayanan imunisasi di luar jam kerja apabila diperlukan.

 

Tidak hanya mengandalkan tenaga kesehatan, TAMENG juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan kader Posyandu, pemerintah kelurahan, sekolah, guru, tokoh masyarakat, serta keluarga sebagai bagian penting dalam mendukung keberhasilan program imunisasi,pendekatan kolaboratif ini menjadikan pelayanan imunisasi lebih dekat, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

Berbagai kegiatan dilaksanakan secara terintegrasi, mulai dari pendataan dan pemetaan sasaran, skrining status imunisasi, edukasi kepada orang tua, pelayanan imunisasi rutin di Puskesmas maupun Posyandu, sistem pengingat jadwal melalui media komunikasi, penelusuran anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, kunjungan rumah, hingga monitoring dan evaluasi secara berkala.

 

Melalui inovasi ini, masyarakat memperoleh berbagai manfaat, di antaranya anak mendapatkan imunisasi tepat waktu, orang tua memperoleh pendampingan dan pengingat jadwal, serta menurunnya risiko penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,bagi Puskesmas, inovasi ini mempermudah pemetaan sasaran prioritas, meningkatkan efisiensi pelayanan, serta memungkinkan monitoring cakupan imunisasi dilakukan secara lebih cepat dan berkelanjutan.

 

Sementara bagi Pemerintah Daerah, TAMENG mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan sekaligus menjadi model inovasi pelayanan publik yang mudah direplikasi di puskesmas lain.

 

Keunggulan lain dari TAMENG adalah kesederhanaan sistem yang digunakan. Inovasi ini tidak membutuhkan aplikasi yang kompleks maupun investasi teknologi yang mahal karena dapat dijalankan menggunakan spreadsheet atau aplikasi sederhana yang telah tersedia di Puskesmas,hal tersebut menjadikan TAMENG sebagai inovasi yang efisien, adaptif, dan mudah diterapkan di berbagai daerah dengan sumber daya yang terbatas.

 

Dengan diterapkannya TAMENG sejak Januari 2025, UPT Puskesmas Segala Mider berharap tidak ada lagi anak yang terlewat memperoleh imunisasi,melalui pelayanan yang prediktif, proaktif, kolaboratif, dan berbasis risiko, inovasi ini diharapkan mampu melindungi lebih banyak anak dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), sekaligus mewujudkan generasi Kota Bandar Lampung yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas.(JML)

Loading

Related posts

Leave a Comment